Sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 14 September 2016 suami mendapatkan undangan untuk menghadiri acara Grand Opening Nakamura Holistic Therapy di Gresik, tepatnya di Ruko KIG No. A-29 Jalan Tridarma Gresik. Aku pun diajak suami untuk ikut datang ke acara tersebut tapi karena tidak bisa meninggalkan kerjaan, maka suami sendiri yang datang.
Ketika membaca undangannya, aku penasaran banget. Nakamura Holistic Therapy, apa itu? Kata suami itu semacam pijat refleksi dari Jepang. Wah, sebenarnya pingin ikut acaranya karena penasaran tapi ya gimana lagi, aku tidak bisa meninggalkan tugas di tempat kerja. Bayanganku pun melayang ke tempat-tempat pijat yang biasa ada di mall-mall itu, kan banyak di mall-mall pijat-pijat refleksi atau jenis pijat yang lain.
![]() |
| Undangan untuk suami |
Sepulang dari kantor, suami pun bercerita tentang acara Grand Opening Nakamura Holistic Therapy yang dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Bapak M. Qosim tersebut. Ia pun berjanji akan mengajakku kesana bersama anak-anak. Tentu dong aku seneng banget diajak pijat kesana, apalagi saat itu suami mendapatkan voucher free untuk mencoba salah satu layanan terapi disana. Ini kebetulan dan sekaligus rejeki bagi saya yang sudah lamaaa banget tidak merasakan pijat, palagi susah banget menemukan tukang pijat yang sesuai keinginan.
Yang bikin aku males untuk ke tukang pijat tradisional karena seringnya pijatannya sakit atau bahkan pijatannya nggak berasa dan nggak ngefek di badan. Bahkan yang bikin “sengsara” justru setelah pijat seluruh badan rasanya sakit sampai njarem-njarem (istilah Jawa) bahkan beberapa bagian tubuh jadi biru-biru. Nah lho... kita pijat kan maunya relaks dan nyaman di badan...eh malah sakit semua. Bikin kapok aja, makanya males aja ke tukang pijat kalau sudah begini padahal badan sudah merasa perlu banget untuk dipijat agar peredaran darah semakin lancar.
Beberapa hari berlalu. Karena kesibukan pekerjaan, rencana pergi ke Nakamura Holistic Therapy pun terabaikan, voucher gratis pun terlupakan hingga masa berlakunya telah lewat. Suatu hari setelah pulang kerja suami mengeluh badannya merasa nggak enak, terasa capek banget katanya. Aku sendiri maklum karena memang akhir-akhir ini dia banyak banget acara di luar pekerjaannya yang sangat menyita waktu istirahatnya. Idem dito denganku, sebagai ibu bekerja sekaligus sebagai ibu rumah tangga (tanpa ART) tentulah semua pekerjaan rumah seolah diborong sendiri. Ya wajar saya kalau badan terasa capek dan pegal-pegal. Pingin banget rasanya mengurangi rasa tidak nyaman di seluruh badan.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Seketika itu suami ingat Nakamura Holistic Therapyyang memiliki slogan The Healing Touch dan mengajakku kesana untuk relaksasi.Awalnya aku ogah-ogahan karena lagi PW (posisi weenaak) sedang rebahan di kamar. Hari pun sudah menjelang malam dan anak-anak nggak ada yang jagain.
“Udah anak-anak diajak aja”, katanya.
“Wah nanti gangguin disana, nggak enak sama yang lain,” kataku.
Suami pun meyakinkan bahwa anak-anak juga bisa sekalian diterapi disana.
Kami pun berangkat sekitar jam delapan malam. Sesampainya disana, kami pun menuju reseptionis untuk mendaftar. Ada yang berbeda disana. Desain interiornya bertema alam dengan nuansa Jepang. Aroma terapi pun tercium semerbak membuat....... Olala... serasa serasa berada di Negeri Matahari Terbit. Mbak reseptionisnya pun memakai baju kimono. Reseptionis menyapa kami dengan ramah dan berbahasa Jepang, lalu diikuti bahasa Indonesia sih. Kejutan juga buatku hehehe... Sambil tersenyum aku sampaikan maksud kedatangan kami. Kami pun disodori “menu” terapi beserta fasilitas yang dimau, ada VIP, Executive dan Reguler.
Untuk treatment, saat itu suami memilih terapi seluruh tubuh selama 60 menit. Sementara aku memilih terapi Seitai Leher dan Pundak selama 30 menit. Maunya sih terapi yang 60 menit atau lebih, tapi khawatir nanti si bungsu rewel. Itulah emak-emak, mikirnya banyaakk...
Setelah memilih treatment, kami pun dipersilahkan menunggu sebentar dan mengganti sandal yang kami pakai dengan sandal terapi yang telah disediakan. Kami pun sempat berfoto disini.
![]() |
| Foto dulu sebelum treatment |

Tak berapa lama kami pun dipersilahkan masuk ke ruangan terapi. Berasa nyaman banget masuk kesana. Interiornya Jepang banget. Ada tanaman semacam bambu di selasar dan ada beberapa lukisan khas Jepang di dindingnya. Langit-langitnya dicat dengan tema langit biru,aroma terapi pun membuat semakin rileks. Alunan musik instrumentalia khas Jepang mengalun merdu berpadu dengan suara gemericik air memberikan kenyamanan yang luar biasa.
Oh ya, duo krucil pun diperbolehkan masuk ruangan terapi, tentu dong sudah kami ingatkan sebelumnya agar mereka tidak berisik.
METODE PERAWATAN KESEHATAN DENGAN PRINSIP 4 T
Sebelum masuk kesini, aku menyangka bahwa aku harus ganti baju (maaf, lepas baju) dan hanya memakai underwear lalu ditutup dengan selembar kain seperti kalau kita pijat pada tukang pijat tradisional. Eh ternyata enggak lho... bahkan jilbab pun masih bisa tetap dipakai. Alhamdulillah...
Ternyata Nakamura Holistic Therapymempunyai metode perawatan kesehatan dengan prinsip 4T yaitu tanpa buka baju, tanpa obat, tanpa alat dan tanpa rasa sakit. Klop banget deh. Ternyata ini yang selama ini aku cari.
Sebelum dilakukan treatment pemijatan, dilakukan pengecekan tekanan darah lebih dahulu. Hal ini sangat penting, kata terapisnya untuk klien dengan tekanan darah diatas dan di bawah normal tidak dianjurkan dilakukan pemijatan karena ada titik-titik tertentu dalam tubuh yang justru menaikkan atau menurunkan tekanan darah bila dipijat.
![]() |
| Tes tekanan darah sebelum pemijatan |
Tak lupa terapis pun menanyakan apa keluhan kita. Terapis mengatur posisi kita agar senyaman mungkin sehingga kami pun merasa comfort selama sesi pijat berlangsung.
![]() |
| Terapis menyarankan posisi ternyaman untuk klien |
Foto-fotonya diambil oleh anak pertama kami, tentu atas seijin karyawan disana.
Selama 30 menit dilakukan pemijatan, tak terasa sudah selesai. Cepat banget rasanya yaa...berarti aku memang merasa nyaman. Bagian atas tubuh terasa lebih ringan, pandangan mata terasa lebih enak, rasa tegang pada otot leher dan pundak terasa hilang. Wah, pasti nih yang pemijatan seluruh tubuh makin mantaapp nihh...lain kali ah datang lagi kesini.
![]() |
| Perawatan dengan prinsip 4T |
Setelah selesai aku dan anak-anak menunggu suami yang masih dilakukan pemijatan di ruangan reseptionis. Sambil menunggu aku melihat tayangan di monitor yang menjelaskan tentang terapi pemijatan khas Jepang ini. Dari tayangan itu aku mendapatkan banyak informasi tentangnya. Karena makin penasaran dengan Nakamura aku pun membaca brosur-bosur yang ada.
TENTANG NAKAMURA SEITAI TERAPI
Dari awal aku penasaran dengan kata Seitai. Ternyata Seitai yang dipopulerkan oleh Haruchika Noguchi ini memiliki arti penyelarasan tubuh. Seitai merupakan terapi tradisional Jepang yang bertujuan untuk menyelaraskan tubuh secara alami sehingga tercapai kesehatan tubuh dan jiwa secara alami.
Tahu kan kalau rasa tidak nyaman pada tubuh kita lebih banyak terjadi karena aliran darah yang tidak lancar? Nah, dengan terapi Seitai ini titik-titik akupuntur dalam tubuh kita akan distimulasi dengan menggunakan jari, tangan dan bagian tubuh yang lain sehingga aliran darah yang kurang lancar akibat problem psikologis maupun fisiologis dapat diatasi (Terapi Tsubo/Akupresur). Problem psikologis misalnya karena stres banyak kerjaan, anak-anak rewel melulu, marah pada pasangan, ketakutan akan sesuatu, tegang menghadapi masalah dan lain-lain. Sementara problem fisiologis misalnya kelelahan secara fisik, pegal-pegal, mual, pusing, sesah nafas, memiliki penyakit kronis, dan sebagainya. Dengan aliran darah yang lancar secara otomatis akan membuat otot di sekitarnya serta otot-otot yang berhubungan dengannya menjadi lebih relaks. Itu merupakan seitai sebagaiterapi individual.
Selain itu, stimulasi bisa juga dilakukan dengan olah gerak atau posisi badan tertentu, yang biasa disebut Seitai sebagai terapi dengan gerak olah tubuh dan pikiran. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan tubuh ke posisi normal secara alami. Manfaat yang lain dari terapi seitai ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh secara alami, sehingga dapat bermanfaat untuk melawan berbagai penyakit fisik maupun psikis yang mendera manusia. Jadi, kita tidak perlu khawatir dengan efek samping yang bisa ditimbulkan seperti pada obat-obatan kimiawi.
BERAPA LAMANYA TERAPI?
Lama terapi sangat tergantung dengan tingkat keparahan penyakit yang diderita oleh klien. Biasanya teknik pengobatan Jepang memerlukan waktu yang relatif lebih lama daripada pengobatan barat karena sifatnya pasien menyembuhkan penyakit dengan daya tahan tubuhnya sendiri. Tuga terapis hanya membantu klien untuk membangkitkan daya sembuh alaminya. Adapun lamanya terapi bervariasi, antara 30 menit sampai dengan 120 menit. Rutinitas terapi akan sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Untuk pencegahan disarankan satu minggu melakukan 1 – 2 kali terapi, sedangkan untuk perawatan dan penyembuhan 2 sampai 3kali terapi setiap minggu.
JENIS-JENIS TREATMENT DI NAKAMURA
Ada berbagai jenis treatment yang dapat di untuk meningkatkan daya tahan tubuh secara alami, antara lain:
1. Terapi Seluruh Tubuh (120 menit)
2. Mixed Treatment (90 menit)
3. Seitai Jepang (60 menit)
4. Seitai Leher dan Pundak (30 menit)
5. Terapi pelangsing Perut (60 menit)
6. Akupresur Wajah (60 menit)
7. Terapi Zona (60 menit)
8. Akupresur Tangan (30 menit)
9. Akupresur Anak (60 menit)
10. Bubun Seitai (60 menit)
11. Terapi Ear Candle (20 menit)
12. Masculine Power Therapy (60 menit)
13. Female Wellness Therapy (60 menit)
14. Knee Care Treatment (60 menit)
15. Lumbar Care Treatment (60 menit)
16. Frozen Shoulder Treatment (60 menit)
17. Golf Swing Treatment (90 menit)
18. Beauty Seitai (60 menit)
NAKAMURA DI INDONESIA
Nakamura di Indonesia didirikan oleh Gus Minging D.S seorang psikolog alumni Universitas Indonesia pada tanggal 14 Februari 2004 di Kota Solo. Beliau belajar Seitai sebagai terapi individu secara langsung dari Miyata Tetsuro Sensei, pemilik Klinik Seitai Konan di Kagoshima Jepang. Miyata Tetsuro Sensei juga merupakan murid dari Nakayama Sensei, seorang tokoh besar di dunia Seitai yang berjasa membuat seitai menjadi terkenal di mancanegara terutama Eropa.
Seitai sebagai terapi kelompok dipelajari oleh Gus Minging D.S dari Hamada Mihoko Sensei, seorang murid dari Okajima Sensei.
Berawal dari Solo, kini Nakamura terus berkembang ke berbagai daerah. Masyarakat memberikan respon positif karena telah merasakan manfaat kesehatan dari terapi di Nakamura. Hingga kini Nakamura ada di lebih dari 30 kota di Indonesia.








